Inna lillahi wa inna ilaihi roji'un -Telah Wafat KH Sahal Mahfuzh Kajen Pati Jawa Tengah (Rois 'Aam PBNU dan Ketua Umum MUI- lahul fatihah

PETUNJUK KESUKSESAN

Al-Quran adalah petunjuk untuk sukses dunia dan akhirat. Petunjuk yang diturunkan dari Penguasa dan Pencipta alam raya Zat Yang Maha Mengetahui segala sesuatu.
Bila menurut anda blog ini bermanfaat, sebarkanlah kepada keluarga dan teman-teman anda serta jadilah bagian dari penyuka halaman AL-QURAN FIRMAN SUCI di facebook.

Senin, 11 April 2011

WAKTU TURUNNYA BASMALAH

Dalam sebagian riwayat diketengahkan bahwa basmalah adalah ayat Al-Quran yang pertama diterima Rosululloh Muhammad sollallōhu ‘alaihi wa sallam.

Dari Ibnu ‘Abbās rodiyallōhu ‘anhu, bahwasanya beliau berkata, “Bagian pertama yang Jibril turunkan kepada Nabi sollallōhu ‘alaihi wa sallam adalah Jibril berkata, “Ya Muhammad mohon perlindunganlah kemudian katakan bismillāhirrohmānirrohīmi.” (Asbābun nuzūl lil wāhidi)

Bagaimana dengan surat Al -'Alaq ?

Adapun surat Al-‘Alaq ayat satu sampai lima bukanlah ayat pertama yang diturunkan, namun surat pertama yang diturunkan.

Dari ‘Ikrimah dan Al-Hasan rodiyallōhu ‘anhuma, keduanya berkata, “Bagian pertama dari Al-Qurān yang diturunkan adalah bismillāhirrohmānirrohīmi, itulah bagian pertama dari Al-Qurān yang diturunkan di Makkah dan surat yang pertama adalah iqro bismi robbika.” (Asbābun nuzūl lil wāhidi)
Selengkapnya...

Sabtu, 13 November 2010

KONDISI ALAM SAAT BASMALAH DITURUNKAN

Basmalah diturunkan dengan penuh keistimewaan. Basmalah mendapatkan perhatian dari seluruh alam, baik di langit maupun di bumi. Berbagai riwayat menyampaikan :

Dari Jābir bin Abdullōh rodiyallōhu ‘anhu, beliau berkata, “Ketika bismillāhirrohmānirrohīmi turun, awan bergerak cepat ke timur, angin-angin berhenti berhembus, laut bergelombang, hewan-hewan memasang telinga untuk menyimak, syetan-syetan dirajam dari langit dan Allah Yang Maha Tinggi bersumpah demi kemuliaan dan keagungan-Nya sesungguhnya tidak disebut nama-Nya pada sesuatu kecuali Dia memberkahinya. (Tafsir Ibnu Kasir)

Awan bergerak dan laut bergelombang biasanya karena hembusan angin. Saat basmalah diturunkan, angin tak berhembus, tapi awan bergerak dengan cepat dan laut bergelombang.

Pada hadis lain diriwayatkan bahwa saat basmalah diturunkan gunung bertasbih sampai terdengar oleh penduduk Mekkah.

Dari ‘Āisyah rodiyallōhu ‘anhā bahwasanya ia berkata, “Ketika bismillāhirrohmānirrohīmi turun, bertasbihlah gunung-gunung sampai terdengar oleh penduduk Makkah dan siapapun yang di sana, sehingga mereka berkata, “Muhammad telah menyihir gunung-gunung”. Maka Allah mengirim asap sampai menaungi penduduk Makkah, Kemudian Rosūlullōh sollallōhu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Siapa yang membaca bismillāhirrohmānirrohīmi dengan yakin, maka bertasbihlah bersamanya gunung-gunung walau ia tidak mendengarnya.” (H.R. Abū Nu’aim dan Ibnu Sinni)

Selain kondisi alam nyata yang demikian istimewa, saat basmalah turun disertai kondisi istimewa di alam gaib.

Dari Jābir rodiyallōhu ‘anhu, Rosūlullōh ‘alaihissolātu wassalām bersab-da, “Ketika bismillāhirrohmānirrohīmi turun, malaikat berbahagia, arsy bergetar karena turunnya, turun bersamanya seribu malaikat, malaikat bertambah imannya, para jin tersungkur wajahnya (bersujud), falak bergerak dan para malaikat tertunduk karena keagungannya.” (H.R. Bukhōri)

Selengkapnya...

Sabtu, 21 Agustus 2010

FENOMENA HURUF BISMILLAH


Bismillah menurut kaidah bahasa Arab seharusnya ditulis dengan delapan huruf.
باسم الله
Wahyu menentukan bahwa basmalah hanya ditulis dengan tujuh huruf.
لسم الله
Jumlah ini menemukan fenomena tersendiri dalam Al-Quran.

Kita akan menemukan dalam ayat yang lain untuk menunjukkan dengan nama Allah menggunakan kalimat lain, menggunakan pula tujuh huruf. Perhatikan surat Al-'Alaq ayat satu bismi robbika :
باسم ربك
Untuk menjadi sama tujuh huruf hamzah setelah ba sebelum sin, pada bismillah tidak dituliskan, sedangkan pada bismi robbika dituliskan.

Angka tujuh kita temukan menjadi angka yang istimewa, di antaranya :
  1. Langit tujuh
  2. Bumi tujuh
  3. Surga tujuh
  4. Neraka tujuh
  5. Towaf tujuh keliling
  6. Anggota sujud tujuh
  7. Hari tujuh
  8. Tubuh manusia tujuh bagian besar
  9. Manusia tujuh lapis
  10. Nafsu tujuh tingkat


Selengkapnya...

Senin, 05 Juli 2010

FENOMENA 19 HURUF BASMALAH


Dari seharusnya 21 huruf menulis basmalah menurut kaidah bahasa Arab, wahyu menentukan bahwa menulis basmalah hanya dengan 19 huruf. Jumlah ini menemukan fenomena tersendiri dalam Al-Quran.

Bilangan sembilan belas membagi habis jumlah berbagai ayat, kata dan huruf dalam Al-Quran :

Basmalah dalam Al-Quran : 114 = 6 X 19

Surat dalam Al-Quran : 114 = 6 X 19

Huruf Al-Quran : 330733 = 17407 X 19

Lafaz Allah dalam Al-Quran : 2698 = 142 X 19

Lafaz Ar-Rahman dalam Al-Quran : 57 = 3 X 19

Lafaz Ar-Rahim dalam Al-Quran : 114 = 6 X 19
Ada satu lagi lafaz Ar-Rahim (surat At-Taubah ayat 128), namun menunjukkan Nabi Muhammad s.a.w, bukan menunjukkan Allah

Jumlah huruf alif lam dan mim pada surat yang dimulai dengan alif lam mim :
1. surat Al-Baqarah (2) : 9899 = 521 X 19
2. surat Ali ‘Imran (3) : 5662 = 298 X 19
3. surat Al-Ankabut (29): 1672 = 88 X 19
4. surat Ar-Rum (30) : 1254 = 66 X 19
5. surat Luqman (31) : 817 = 43 X 19
6. surat Ad-Sajdah (32) : 570 = 30 X 19

Jumlah huruf alif lam dan ra pada surat yang dimulai dengan alif lam ra :
1. surat Yunus (10) : 2486 = 131 X 19
2. surat Hud (11) : 2489 = 131 X 19
3. surat Yusuf (12) : 2375 = 125 X 19
4. surat Ibrahim (14) : 912 = 48 X 19
5. suratAl-Hijr (15) : 1197 = 63 X 19

Jumlah huruf alif lam mim dan ra pada surat yang dimulai dengan alif lam mim ra :
surat Ar-Ra’d (13): 1482 = 78 X 19

Jumlah huruf alif lam mim dan shad pada surat yang dimulai dengan alif lam mim shad :
surat AlA’raf (7): 5320 = 280 X 19

Jumlah huruf ha mim pada surat yang dimulai dengan ha mim :
7 surat, yaitu :Al-Mu’min (40), Fushshilat (41), Asy-Syura (42), Az-Zukhruf (43), Ad-Dukhan (44), Al-Jatsiyah (45) dan Al-Ahqaf (46) : 2147 = 113 X 19

Jumlah huruf shad pada surat yang dimulai dengan shad dan awalnya mengandung shad :
3 surat, yaitu : Al-A’raf (7), Maryam (19) dan shad (38) : 152 = 8 X 19

Jumlah huruf ‘ain sin qof pada surat yang dimulai dengan ‘ain sin qof :
surat asy syura (42) : 209 = 11 X 19

Jumlah huruf qof pada surat yang dimulai dengan qof :
surat qof (50) : 57 = 3 X 19

Jumlah huruf kaf ha ya ‘ain shad pada surat yang dimulai dengan kaf ha ya ‘ain shad :
surat maryam (19): 798 = 42 X 19

Jumlah huruf nun pada surat yang dimulai dengan nun :
Surat Al-Qalam : 133 = 7 X 19

Jumlah huruf ya sin pada surat yang dimulai dengan dengan ya sin :
surat ya sin (36): 285 = 15 X 19


Selengkapnya...

Senin, 28 Juni 2010

JUMLAH HURUF BASMALAH


Basmalah dalam Al-Quran menurut riwayat mutawatir tidaklah ditulis mengikuti kaidah umum bahasa Arab. Basmalah ditulis secara khusus menurut petunjuk wahyu.

Menurut kaidah umum penulisan bahasa Arab, basmalah seharusnya ditulis dengan menggunakan 21 huruf, yaitu :

باسم الله الرحمان الرحيم

Namun dalam Al-Quran ditulis secara khusus, hanya menggunakan 19 huruf, yaitu :

لسم الله الرحمن الرحيم

Rosululloh Muhammad s.a.w. dalam sebagian hadis menjelaskan :

"Siapa pun yang ingin Allah selamatkan dari Malaikat Zabaniyyah (penjaga neraka) yang sembilan belas, bacalah bismillahirrohmanirrohim, maka Allah jadikan dari setiap hurufnya penghalang untuk dari setiap satu zabaniyyah"

Selengkapnya...

Rabu, 16 Juni 2010

APAKAH SEBELUM MEMBACA AL-QURAN HARUS MEMBACA BASMALAH ?


Umat Islam sepakat harus membaca basmalah sebelum membaca Al-Quran bila mulai membaca pada awal surat yang dimulai dengan basmalah.

Bagaimana bila membaca di tengah-tengah surat ?

Di antara umat islam terjadi perbedaan pendapat, yaitu :

PERTAMAtidak perlu membaca basmalah.

Pendapat ini didasarkan kepada perintah Allah yang termaktub pada surat An-Nahl ayat 98 "faiza qoro'tal qurana fasta'iz billahi minasy syaitonir rojim (maka bila kamu hendak membaca Al-Quran maka mohon perlindunganlah kepada Allah dari syetan yang terkutuk). Mereka berpendapat bahwa yang diperintah hanyalah ta'awwuz, tidak ada perintah untuk basmalah.

KEDUAharus membaca basmalah

Pendapat ini pokonya didasarkan kepada upaya mengamalkan firman Allah surat A-'Alaq ayat 1 : "Iqro bismirobbikallazi kholaq (bacalah dengan nama Tuhanmu yang menciptakan)" Ayat tersebut adalah perintah membaca dengan nama Tuhan. Salah satu praktek yang paling mudah adalah membaca Al-Quran dengan didahului basmalah.

Selain itu, berupaya pula mengamalkan hadis : "kullu amrin zi balin la yubda u fihi bibismillahirrohmanirrohim fahu aqto' (segala sesuatu yang dipandang baik oleh syari'at yang tidak dimulai dengan bismillahirrohmanirrohim tidak sempurna / sedikit berkahnya).

Allohu a'lam.

Selengkapnya...

Minggu, 06 Juni 2010

JUMLAH BASMALAH DALAM AL-QURAN


Basmalah (bismillahirrohmanirrohim) tertulis di adalam Al-Quran. Semua 'ulama sepakat bahwa basmalah adalah bagian dari Al-Quran.

Basmalah ini berjumlah sama dengan jumlah surat di dalam Al-Quran, yaitu sebanyak 114.

Dari jumlah tersebut, 113 basmalah ditulis di awal setiap surat. Hanya satu surat yang di awalnya tidak ditulis basmalah, yaitu pada surat At-Taubah (surat ke-9).

Satu basmalah lagi ditulis di dalam surat. Basmalah tersebut dicantumkan dalam surat An-naml (surat ke-27) ayat ke 30 (innahu min Sulaimana wa innahu bismillahirrohmanirrohim)

Selengkapnya...

Rabu, 02 Juni 2010

TA'AWWUZ SAAT SOLAT

Para 'ulama berbeda pendapat tentang ta'awwuz pada solat. Di antaranya :

PERTAMA wajib.

KEDUA sunnat. Pendapat inilah yang merupakan pendapat mayoritas.

Pada dasarnya kedua pendapat tersebut merujuk kepada dalil yang sama (Q.S. An-Nahl :98), namun berbeda dalam memaknakan hukumnya.

Kapankah membaca ta'awwuz dalam solat ?

Dalam hal ini pun para 'ulama berbeda pendapat. Ada yang membaca pada setiap roka'at sebelum al-fatihah. Ada pula 'ulama yang mencukupkan dengan roka'at pertama saja.

Apabila tidak membaca ta'awwud pada roka'at pertama, para 'ulama berpendapat ta'awwuz dilaksanakan pada roka'at selanjutnya.

Allohu a'lam

Selengkapnya...

Selasa, 01 Juni 2010

TA'AWWUZ

Ta'awwuz atau isti'azah adalah memohon perlindungan kepada Allah SWT dari syetan.

Para 'ulama berbeda pendapat dalam masalah waktu membaca ta'awwuz saat membaca al-quran.

PERTAMA ta'awwuz dibaca setelah selesai membaca al-quran. Pendapat ini didasarkan pada lahir ayat "faiza qoro'tal qurana fasta'iz billahi minasy syaitonir rojim (Q.S. An-Nahl : 98)". Dimaknakan : jika kamu "telah" membaca Al-quran maka mohon perlindunganlah kepada Allah dari syetan yang terkutuk. Dimaknakan telah, karena kata qoro'ta menggunakan fi'l madi yang menunjukkan telah.

KEDUA ta'awwuz dibaca sebelum membaca Al-Quran. pendapat inipun didasarkan kepada ayat yang sama, yaitu An-nahl : 98. Namun dimaknakan : jika kamu "hendak" membaca Al-Quran, maka mohon perlindunganlah kepada Allah dari syetan yang terkutuk. Dimaknakan "hendak" karena dipandang memiliki struktur seperti ayat perintah wudu "iza qumtum ilas solati fagzilu wujuhakum ......." ayat itu walau menggunkan fi'l madi (qumtum) bukan dimaknakan apabila kalian "telah" sholat maka berwudulah, tapi dimaknakan apabila kalian "hendak" solat maka berwudulah.

Pendapat kedua ini adalah pendapat jumhur 'ulama (mayoritas 'ulama)

Selengkapnya...

Senin, 24 Mei 2010

BACAAN AL-FATIHAH MA'MUM


Al-fatihah harus dibaca pada setiap solat. Bagaimana dengan bacaan ma'mum ? Apakah membaca al-fatihah juga ?

Berkaitan dengan bacaan ma'mum para 'ulama berbeda pendapat, di antaranya :

PERTAMA : ma'mum wajib membaca al-fatihah sebagaimana imam, baik pada solat yang imam membaca sirr (perlahan) maupun yang jahr (keras).

Pendapat ini di antaranya mengacu pada hadis : la solata liman lam yaqro bifatihatil kitab (tidak sah solat bagi orang yang tidak membaca al-fatiha)

KEDUA : ma'mum tidak wajib membaca al-fatihah baik pada solat yang imam membaca sirr maupun yang jahr.

Pendapat ini di antaranya mengacu pada hadis : man kana lahu imamum faqiroatul imami lahu qiroatun iza qoroa fa ansitu (Siapa yang memiliki imam, maka bacaan iman adalah bacaan bagi ma'mum, bila imam membaca maka diamlah)

KETIGA : ma'mum wajib membaca al-fatihah pada saat solat yang imam membaca sirr dan mam'mum tidak wajib membaca al-fatihah pada solat yang imam membaca jahr

pendapat ini di antaranya mengacu pada ayat : wa iza qurial qur an fastami'u lahu wa ansitu (dan apanila dibacakan al-quran, maka dengarkanlah dan diamlah)

Untuk acuan bersikap menghadapi perbedaan tersebut, kita dapat mempergunakan hadis : Rosululloh s.a.w. bersabda : fala taqrou bisyain minal quran iza jahartu illa biummil kitab (Bila aku menjaharkan bacaan, maka janganlah kamu membaca sesuatu selain ummul kitab / al-fatihah)

Selengkapnya...

Selasa, 11 Mei 2010

AL-FATIHAH DALAM SHALAT


Para 'ulama berbeda pendapat dalam memahami berbagai keterangan tentang status Al-Fatihah dalam shalat. Bila dikelompokkan, perbedaan pendapat itu setidaknya terbagi menjadi dua pendapat besar :

PERTAMA: wajib membaca Al-fatihah dalam shalat dan tidak sah apabila tidak membaca al-fatihah.

'Ulama yang berpendapat seperti ini adalah mayoritas 'ulama yang termasuk di dalamnya Imam Malik, Imam Syafi'i dan Imam Ahmad bin Hambal.

Pendapat ini didasarkan pada hadits dari 'Ubadah bin Somit ia berkata, sungguh Rosululloh s.a.w. bersabda, "Tidak sha shalat bagi orang yang tidak membaca fatihatul kitab" (H.R. Asy-Syafi'i, Ahmad, Bukhori, Muslim)

KEDUA: tidak wajib membaca al-fatihah pada shalat, boleh dan cukup membaca surat apa saja yang mudah membacanya.

Di antara 'ulama yang berpendapat seperti ini adalah Imam Hanafi, As-Sauri dan Al-Auza'i.

Pendapat ini di anataranya didasarkan kepada keumuman firman Allah "Maka bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Al-Quran" (Al-Muzzammil : 20)

Sebagai panduan untuk bersikap dalam perbedaan pendapat tersebut, perlu diperhatikan hadits dari Abu Sa'id al-Khudri : Rosululloh s.a.w. bersabda, "kami diperintah membaca fatihatul kitab dan ayat yang mudah" (H.R. Abu Dawud)

Allohu a'lam.

Selengkapnya...

Senin, 10 Mei 2010

KEUTAMAAN AL-FATIHAH


Al-fatihah memiliki banyak fadilah (keutamaan). Di antaranya adalah dapat dipergunakan sebagai mantera atau jampi. Eit...hati-hati, jangan berkonotasi negatif. Silahkan lihat kamus, mantera (jampi) itu bahasa Arabnya adalah ruqyah. Maksudnya adalah lafaz atau kalimat yang berfaidah obat.

Diriwayatkan pada sohih bukhori diterima dari Abu Sa'id Al-Khudri :

Kami (para sabahat Nabi s.a.w.) berada dalam sebuah perjalanan bermalam di suatu tempat. Datang kepada kami seorang budak perempuan dan berkata, "Sungguh kepala desa sakit dan tak seorang pun di antara kami yang dapat mengobatinya. Apakah ada di antara tuan-tuan yang dapat meruqyah (mengobati) ?

Salah seorang dari kami berdiri dan pergi mengikuti budak tadi. Kami tidak mengatahui bahwa ia dapat mengobati. Ia lalu memanterai (meruqyah) si sakit dan sembuh. Lalu kepadanya diberi hadiah 30 ekor kambing dan kepada kami disuguhkan susu.

Saat ia kembali, kami bertanya, "Apakah engkau membolehkan mantera dan apakah engkau tukang mantera ?"

ia menjawab, "Tidak, saya bukan tukang mantera, saya hanya memanterainya dengan membaca Ummul Kitab (Al-Fatihah)"

Kami berkata, "Kita jangan mengabarkan sesuatu (lebih dulu) sehingga kita sampai dann bertanya kepada Rosululloh s.a.w."

Saat sampai ke Madinah, kami menceritakannya kepada Nabi s.a.w. Beliau s.a.w. bersabda, "Apa yang memberitahumu bahwa itu ruqyah ? Bagikanlah (hadiahnya) dan bagi saya sebagian"


Hadits semakna dengan itu diriwayatkan pula pada sohih Muslim dan sunan Abu Dawud. Dalam beberapa riwayat disampaikan bahwa sakitnya adalah disengat binatang berbisa dan yang mengobati itu adalah Abu Sa'id al-Khudri sendiri.

Selain itu Imam Ad-Darimi dan Al-Baihaqi meriwayatkan pula dengan sanad yang terpercaya bahwa Abdul Malik bin 'Umar berkata, telah bersabda Rosululloh s.a.w., "Fatihatul Kitab adalah obat dari segala penyakit"

Lebih luas dari itu Abu Syaikh menjelaskan bahwa Ato berkata, "Apabila kamu mempunyai keperluan / hajat, maka bacalah fatihatul kitab samapai selesai, insya Allah maksud tercapai"

Dalam riwayat Imam Muslim dan An-Nasai diriwayatkan bahwa :
Tatkala Rosululloh s.a.w. sedang bersama malaikat Jibril, beliau mendeengar suara dari atas. Malaikat Jibril melihat ke langit lalu berkata, "Ini pintu yang dibuka di langit yang sebelumnya sama sekali belum pernah dibuka"

Turunlah satu Malaikat menemui nabi s.a.w. lalu ia berkata, "Berbahagilah dengan dua cahaya yang telah diberikan kepadamu yang tidak diberikan kepada nabi sebelum engkau, yaitu fatihatul kitab dan beberpa ayat akhir surat al-baqoroh. Tidaklah engkau membaca satu huruf darinya, kecuali engkau diberi."



Selengkapnya...

Selasa, 13 April 2010

APAKAH SATU AYAT ATAU SURAT MEMPUNYAI KEUTAMAAN BERBEDA DARI YANG LAIN ?


Berkaitan dengan keutamaan tertentu yang dimiliki oleh ayat dan surat tertentu dalam al-quran, terdapat perbedaan pendapat di antara 'ulama. Ada ulama yang memandang tidak ada perbedaan keutamaan (fadhilah). Ada ulama yang memandang adanya perbedaan keutamaan (fadhilah)

Para 'ulama yang memandang tidak ada perbedaan keutamaan, pada intinya berpegang bahwa al-Quran seluruhnya adalah firman Allah. Tidak ada perbedaan keutamaan antara satu firman Allah dengan firman Allah yang lain. Karena sama-sama firman Allah, semua sama setara.

Para 'ulama yang memandang adanya perbedaan keutamaan, pada intinya berpegang bahwa keutamaan surat dan ayat dengan pasti telah dijelaskan oleh Rosululloh s.a.w. Dalam berbagai hadits jelas ditunjukkan keutamaan-keutamaan ayat atau surat tertentu.

Kedua pendapat ini sebenarnya bukan sebuah pertentangan. Kita dapat menjadikannya satu kesatuan. Yang perlu adalah kita menempatkan setiap pendapat pada tempatnya.

Kita akan sependapat bahwa dari sisi kehormatan dan kemuliaan, semua ayat Al-Quran sama. Tidak ada yang lebih mulia dari yang lain, karena semuanya sama-sama kalamulloh.

Namun, ayat-ayat atau surat-surat tersebut mempunyai posisi, fungsi, manfaat dan berkah masing-masing yang berbeda dengan yang lain. Nah posisi, fungsi, manfaat dan berkah inilah yang dikatakan perbedaan keutamaan (fadhilah) atau khasiat Al-Quran. Secara lahiriyyah dari redaksi ayat, setiap ayat menunjukkan masalah atau hal tertentu yang berbeda dengan ayat yang lain. Secara bathiniyyah, berbagai hadits menunjukkan bahwa ada pahala atau anugerah tertentu yang Allah curahkan dengan wasilah membaca ayat atau surat tertentu yang berbeda antara satu surat atau ayat dengan yang lainnya. Selain itu, berbagai hadits pun menunjukkan posisi surat atau ayat tertentu yang berbeda dengan yang lainnya.

Dengan demikian, tidak ada pertentangan di antara kedua pendapat tersebut.

Wallohu 'alam.

Selengkapnya...

Senin, 12 April 2010

AL-FATIHAH


Surat pertama dalam mushaf al-quran adalah surat al-fatihah. Al-Fatihah artinya pembukaan.

Selain disebut dengan surat al-fatihah, surat pertama mempunya beberapa nama lain. Di antara nama-nama itu adalah :
  1. Ummul Kitab (induk kitab)

  2. As-Sab'ul masani (tujuh yang diulang-ulang).

  3. Al-asas (pondasi)

  4. Asy-syifa (obat)

Al-Fatihah termasuk surat Makkiyyah, yaitu surat yang diturunkan saat Nabi Muhammad s.a.w. masih di Makkah belum hijrah ke Madinah.

Surat pertama ini berjumlah tujuh ayat. Dalam menghitung tujuh ini ada perbedaan pendapat.

Ada yang menghitung ayat satu adalah bismillahirrohmanirrohim. Ayat ketujuh dalam pendapat ini adalah sirotollazina an'amta 'alaihim goiril magdhubi 'alaihim walad dollin.

Ada pula yang menghitung ayat satunya alhamdu lillahi robbil 'alamin. Ayat keenam dalam hitungan ini adalah sirotollazina an'amta 'alaihim. Ayat ketujuhnya goiril magdubi 'alaihim walad dollin.


Selengkapnya...

Kamis, 08 April 2010

IBADAH MEMBACANYA


Al-Quran adalah kalamulloh yang mana hanya sekedarnya membacanya pun menjadi sebuah ibadah yang mendapatkan pahala, keutamaan dan kemulian yang sangat tinggi di hadapan Allah.

Rosululloh s.a.w. menyampaikan :

"orang yang mahir membaca Al-Quran bersama para malaikat dan orang yang membaca Al-Quran terbata-bata karena sulit (berat) mendapat dua pahala"

"Bacalah Al-Quran sebab sungguh Al-Quran datang pada hari kiamat sebagai penolong (pemberi syafa'at) bagi para sahabatny (pembacanya)"

"Perumpamaan bagi orang beriman yang membaca Al-Quran adalah bagaikan buah limau - baunya wangi dan rasanya enak"


Selengkapnya...

Selasa, 06 April 2010

RIWAYAT MUTAWATIR


Semua riwayat pada dasarnya dibagi menjadi dua kelompok besar, yaitu : Mutawatir dan Ahad.

Mutawatir

Mutawatir adalah riwayat yang disampaikan oleh banyak orang yang dinilai tidak mungkin semua orang itu sepakat untuk berbohong. Riwayat mutawatir ini secara langsung diterima sebagai kebenaran. Siapa yang menolak riwayat yang mutawatir dalam masalah agama, dia dinilai telah murtad, karena telah menolak sesuatu yang dinilai benar dan tidak mungkin bohong.

Riwayat mutawatir tebagi menjadi beberapa bagian, di antaranya :
  1. Mutawatir lafzi ; redaksi lafaznya sama
  2. Mutawatir ma'nami ; ada makna yang sama walau dengan redaksi lafaz yang berbeda
  3. Mutawatir 'amali ; amalnya sama


Ahad

Ahad adalah riwayat yang disampaikan oleh satu atau beberapa orang, namun dinilai masih ada kemungkinan kesalahan, baik karena bohong maupun karena lupa. Riwayat yang ahad ini diteliti lebih jauh untuk mendapatkan prasangka yang kuat apakah benar atau tidak.

Riwayat ahad ini dikelompokkan menjadi riwayat yang diterima dan yang ditolak.

Pada riwayat ahad ini dikenal status sohih, hasan, do'if.


Al-Quran

Al-Quran disampaikan kepada kita semua melalui riwayat mutawatir.

Pada dasarnya semua redaksi lafaz A-Quran diriwayatkan oleh banyak sekali orang yang tidak mungkin semuanya sepakat berbohong.

Demikian pula, cara membaca Al-Quran diriwayatkan oleh banyak sekaliorang yang tidak mungkin semua sepakat berbohong.


Selengkapnya...

Jumat, 02 April 2010

PROSES MENERIMA WAHYU


Nabi Muhammad s.a.w. mengalami beberapa proses dalam menerima wahyu, di antaranya :

  • Melalui mimpi

  • Dimasukkan ke dalam jiwa Nabi wahyu yang dimaksud

  • Datang seperti gemerincing lonceng

  • Malaikat menampakkan diri dalam bentuk manusia

  • Malaikat Jibril menampakkan diri dalam bentuk aslinya

  • Allah menyampaikannya kepada Nabi tanpa perantara Malaikat

  • Malaikat Isrofil datang membawa beberapa kalimat wahyu, sebelum Malaikat Jibril datang membawa wahyu Al-Quran

  • Wahyu datang bagai suara lebah

wallohu a'lam


Selengkapnya...

Kamis, 01 April 2010

YANG TERAKHIR TURUN


Ada perbedaan pendapat mengenai bagian Al-Quran yang terakhir turun.

Kebanyakan orang (terutama di Indonesia) memandang bahwa ayat Al-Quran yang terakhir turun adalah surat Al-Maidah ayat 3. Namun pendapat ini dipandang bukanlah pendapat yag kuat.

Syaikh 'Ali As-Sobuni pada Kitabnya At-Tibyan fi 'ulumil quran merujuk kepada penjelasan Imam As-Suyuthi bahwa pendapat yang sohih dan kuat adalah bahwa ayat Al-Quran yang terakhir turun adalah surat Al-Baqoroh ayat 281.

Penjelasan tersebut di dukung bahwa ayat 3 surat Al-maidah turun pada saat hajji wada. Setelah itu Rosululloh s.a.w. masih hidup sekitar 81 hari. Sedangkan ayat 281 surat Al-Baqoroh turun sembilan malam sebelum Rosululloh s.a.w. wafat.

Pertanyaannya adalah apabila pada al-maidah ayat 3 sudah disampaikan bahwa Allah telah menyempurnakan agama dan meridoi islam sebagai agama, apakah masih diperlukan lagi ada ayat yang lain ?

Pertanyaan itu dijawab bahwa dengan surat al-maidah ayat 3 telah dinyatakan bahwa syari'at itu telah tuntas sempurna. Namun, sepanjang zaman manusia masih membutuhkan peringatan-peringatan. Maka ayat-ayat yang berkaitan dengan peringatan masih diturunkan. Ayat-ayat peringatan tersebut seprti al-baqoroh ayat 281 yang mengingatkan manusia pada hari akhir saat kembali kepada Allah kemudian mendapatkan balasan dari segala amal perbuatannya.

Ayat 281 surat al-baqoroh pun lebih menyiratkan tentang telah dekatnya saat wafatnya Rosululloh s.a.w.

Wallohu a'lam
Selengkapnya...

Selasa, 30 Maret 2010

YANG PERTAMA DITURUNKAN


Terjadi perbedaan pendapat dalam sejarah tentang bagian Al-Quran yang pertama diturunkan. Apabila riwayat-riwayat tersebut dikumpulkan dan diteliti, di antaranya ada kesimpulan bahwa bagian pertama yang turun dari Al-Quran adalah Bismillahirrohmanirrohim.

Adapun surat Al-'Alaq ayat 1-5 yang umum disebutkan sebagai yang pertama turun dipandang bukan bagian Al-Quran yang pertama turun, namun surat yang pertama turun.

Keterangan tersebut di antaranya dapat diperoleh di kitab Asbabun Nuzul karya Syaikh Abil Hasan 'Al bin Ahmad Al-Wahidi An-Naisaburi.

Dalam kitab itu disampaikan riwayat dari 'Ikrimah dan Al-Hasan, bahwa keduanya berkata, "Bagian Al-Quran yang pertama diturunkan adalah bismillahirrohmanirrohim, Itulah bagian Al-Quran yang pertama diturunkan di Makkah, dan Surat yang pertama adalah Iqro bismi robbika.

Wallohu a'lam


Selengkapnya...

Sabtu, 27 Maret 2010

HIKMAH ALQURAN DITURUNKAN BERANGSUR-ANGSUR

Mengapa Al-Quran diturunkan berangsur-angsur ?

Pertanyaan tersebut telah dijawab langsung oleh Allah SWT yang menurunkan Al-Quran. Allah berfirman :

Dan berkatalah orang-orang kafir, "Mengapa Al-Quran itu tidak diturunkan kepadanya sekali turun saja ? ; Demikianlah supaya Kami perkuat hatimu dengannya dan kami membacakannya kelompok demi kelompok (Q.S. Al-Furqon : 32)

Selengkapnya...