Inna lillahi wa inna ilaihi roji'un -Telah Wafat KH Sahal Mahfuzh Kajen Pati Jawa Tengah (Rois 'Aam PBNU dan Ketua Umum MUI- lahul fatihah

PETUNJUK KESUKSESAN

Al-Quran adalah petunjuk untuk sukses dunia dan akhirat. Petunjuk yang diturunkan dari Penguasa dan Pencipta alam raya Zat Yang Maha Mengetahui segala sesuatu.
Bila menurut anda blog ini bermanfaat, sebarkanlah kepada keluarga dan teman-teman anda serta jadilah bagian dari penyuka halaman AL-QURAN FIRMAN SUCI di facebook.

Rabu, 02 Juni 2010

TA'AWWUZ SAAT SOLAT

Para 'ulama berbeda pendapat tentang ta'awwuz pada solat. Di antaranya :

PERTAMA wajib.

KEDUA sunnat. Pendapat inilah yang merupakan pendapat mayoritas.

Pada dasarnya kedua pendapat tersebut merujuk kepada dalil yang sama (Q.S. An-Nahl :98), namun berbeda dalam memaknakan hukumnya.

Kapankah membaca ta'awwuz dalam solat ?

Dalam hal ini pun para 'ulama berbeda pendapat. Ada yang membaca pada setiap roka'at sebelum al-fatihah. Ada pula 'ulama yang mencukupkan dengan roka'at pertama saja.

Apabila tidak membaca ta'awwud pada roka'at pertama, para 'ulama berpendapat ta'awwuz dilaksanakan pada roka'at selanjutnya.

Allohu a'lam

Selengkapnya...

Selasa, 01 Juni 2010

TA'AWWUZ

Ta'awwuz atau isti'azah adalah memohon perlindungan kepada Allah SWT dari syetan.

Para 'ulama berbeda pendapat dalam masalah waktu membaca ta'awwuz saat membaca al-quran.

PERTAMA ta'awwuz dibaca setelah selesai membaca al-quran. Pendapat ini didasarkan pada lahir ayat "faiza qoro'tal qurana fasta'iz billahi minasy syaitonir rojim (Q.S. An-Nahl : 98)". Dimaknakan : jika kamu "telah" membaca Al-quran maka mohon perlindunganlah kepada Allah dari syetan yang terkutuk. Dimaknakan telah, karena kata qoro'ta menggunakan fi'l madi yang menunjukkan telah.

KEDUA ta'awwuz dibaca sebelum membaca Al-Quran. pendapat inipun didasarkan kepada ayat yang sama, yaitu An-nahl : 98. Namun dimaknakan : jika kamu "hendak" membaca Al-Quran, maka mohon perlindunganlah kepada Allah dari syetan yang terkutuk. Dimaknakan "hendak" karena dipandang memiliki struktur seperti ayat perintah wudu "iza qumtum ilas solati fagzilu wujuhakum ......." ayat itu walau menggunkan fi'l madi (qumtum) bukan dimaknakan apabila kalian "telah" sholat maka berwudulah, tapi dimaknakan apabila kalian "hendak" solat maka berwudulah.

Pendapat kedua ini adalah pendapat jumhur 'ulama (mayoritas 'ulama)

Selengkapnya...

Senin, 24 Mei 2010

BACAAN AL-FATIHAH MA'MUM


Al-fatihah harus dibaca pada setiap solat. Bagaimana dengan bacaan ma'mum ? Apakah membaca al-fatihah juga ?

Berkaitan dengan bacaan ma'mum para 'ulama berbeda pendapat, di antaranya :

PERTAMA : ma'mum wajib membaca al-fatihah sebagaimana imam, baik pada solat yang imam membaca sirr (perlahan) maupun yang jahr (keras).

Pendapat ini di antaranya mengacu pada hadis : la solata liman lam yaqro bifatihatil kitab (tidak sah solat bagi orang yang tidak membaca al-fatiha)

KEDUA : ma'mum tidak wajib membaca al-fatihah baik pada solat yang imam membaca sirr maupun yang jahr.

Pendapat ini di antaranya mengacu pada hadis : man kana lahu imamum faqiroatul imami lahu qiroatun iza qoroa fa ansitu (Siapa yang memiliki imam, maka bacaan iman adalah bacaan bagi ma'mum, bila imam membaca maka diamlah)

KETIGA : ma'mum wajib membaca al-fatihah pada saat solat yang imam membaca sirr dan mam'mum tidak wajib membaca al-fatihah pada solat yang imam membaca jahr

pendapat ini di antaranya mengacu pada ayat : wa iza qurial qur an fastami'u lahu wa ansitu (dan apanila dibacakan al-quran, maka dengarkanlah dan diamlah)

Untuk acuan bersikap menghadapi perbedaan tersebut, kita dapat mempergunakan hadis : Rosululloh s.a.w. bersabda : fala taqrou bisyain minal quran iza jahartu illa biummil kitab (Bila aku menjaharkan bacaan, maka janganlah kamu membaca sesuatu selain ummul kitab / al-fatihah)

Selengkapnya...

Selasa, 11 Mei 2010

AL-FATIHAH DALAM SHALAT


Para 'ulama berbeda pendapat dalam memahami berbagai keterangan tentang status Al-Fatihah dalam shalat. Bila dikelompokkan, perbedaan pendapat itu setidaknya terbagi menjadi dua pendapat besar :

PERTAMA: wajib membaca Al-fatihah dalam shalat dan tidak sah apabila tidak membaca al-fatihah.

'Ulama yang berpendapat seperti ini adalah mayoritas 'ulama yang termasuk di dalamnya Imam Malik, Imam Syafi'i dan Imam Ahmad bin Hambal.

Pendapat ini didasarkan pada hadits dari 'Ubadah bin Somit ia berkata, sungguh Rosululloh s.a.w. bersabda, "Tidak sha shalat bagi orang yang tidak membaca fatihatul kitab" (H.R. Asy-Syafi'i, Ahmad, Bukhori, Muslim)

KEDUA: tidak wajib membaca al-fatihah pada shalat, boleh dan cukup membaca surat apa saja yang mudah membacanya.

Di antara 'ulama yang berpendapat seperti ini adalah Imam Hanafi, As-Sauri dan Al-Auza'i.

Pendapat ini di anataranya didasarkan kepada keumuman firman Allah "Maka bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Al-Quran" (Al-Muzzammil : 20)

Sebagai panduan untuk bersikap dalam perbedaan pendapat tersebut, perlu diperhatikan hadits dari Abu Sa'id al-Khudri : Rosululloh s.a.w. bersabda, "kami diperintah membaca fatihatul kitab dan ayat yang mudah" (H.R. Abu Dawud)

Allohu a'lam.

Selengkapnya...

Senin, 10 Mei 2010

KEUTAMAAN AL-FATIHAH


Al-fatihah memiliki banyak fadilah (keutamaan). Di antaranya adalah dapat dipergunakan sebagai mantera atau jampi. Eit...hati-hati, jangan berkonotasi negatif. Silahkan lihat kamus, mantera (jampi) itu bahasa Arabnya adalah ruqyah. Maksudnya adalah lafaz atau kalimat yang berfaidah obat.

Diriwayatkan pada sohih bukhori diterima dari Abu Sa'id Al-Khudri :

Kami (para sabahat Nabi s.a.w.) berada dalam sebuah perjalanan bermalam di suatu tempat. Datang kepada kami seorang budak perempuan dan berkata, "Sungguh kepala desa sakit dan tak seorang pun di antara kami yang dapat mengobatinya. Apakah ada di antara tuan-tuan yang dapat meruqyah (mengobati) ?

Salah seorang dari kami berdiri dan pergi mengikuti budak tadi. Kami tidak mengatahui bahwa ia dapat mengobati. Ia lalu memanterai (meruqyah) si sakit dan sembuh. Lalu kepadanya diberi hadiah 30 ekor kambing dan kepada kami disuguhkan susu.

Saat ia kembali, kami bertanya, "Apakah engkau membolehkan mantera dan apakah engkau tukang mantera ?"

ia menjawab, "Tidak, saya bukan tukang mantera, saya hanya memanterainya dengan membaca Ummul Kitab (Al-Fatihah)"

Kami berkata, "Kita jangan mengabarkan sesuatu (lebih dulu) sehingga kita sampai dann bertanya kepada Rosululloh s.a.w."

Saat sampai ke Madinah, kami menceritakannya kepada Nabi s.a.w. Beliau s.a.w. bersabda, "Apa yang memberitahumu bahwa itu ruqyah ? Bagikanlah (hadiahnya) dan bagi saya sebagian"


Hadits semakna dengan itu diriwayatkan pula pada sohih Muslim dan sunan Abu Dawud. Dalam beberapa riwayat disampaikan bahwa sakitnya adalah disengat binatang berbisa dan yang mengobati itu adalah Abu Sa'id al-Khudri sendiri.

Selain itu Imam Ad-Darimi dan Al-Baihaqi meriwayatkan pula dengan sanad yang terpercaya bahwa Abdul Malik bin 'Umar berkata, telah bersabda Rosululloh s.a.w., "Fatihatul Kitab adalah obat dari segala penyakit"

Lebih luas dari itu Abu Syaikh menjelaskan bahwa Ato berkata, "Apabila kamu mempunyai keperluan / hajat, maka bacalah fatihatul kitab samapai selesai, insya Allah maksud tercapai"

Dalam riwayat Imam Muslim dan An-Nasai diriwayatkan bahwa :
Tatkala Rosululloh s.a.w. sedang bersama malaikat Jibril, beliau mendeengar suara dari atas. Malaikat Jibril melihat ke langit lalu berkata, "Ini pintu yang dibuka di langit yang sebelumnya sama sekali belum pernah dibuka"

Turunlah satu Malaikat menemui nabi s.a.w. lalu ia berkata, "Berbahagilah dengan dua cahaya yang telah diberikan kepadamu yang tidak diberikan kepada nabi sebelum engkau, yaitu fatihatul kitab dan beberpa ayat akhir surat al-baqoroh. Tidaklah engkau membaca satu huruf darinya, kecuali engkau diberi."



Selengkapnya...

Selasa, 13 April 2010

APAKAH SATU AYAT ATAU SURAT MEMPUNYAI KEUTAMAAN BERBEDA DARI YANG LAIN ?


Berkaitan dengan keutamaan tertentu yang dimiliki oleh ayat dan surat tertentu dalam al-quran, terdapat perbedaan pendapat di antara 'ulama. Ada ulama yang memandang tidak ada perbedaan keutamaan (fadhilah). Ada ulama yang memandang adanya perbedaan keutamaan (fadhilah)

Para 'ulama yang memandang tidak ada perbedaan keutamaan, pada intinya berpegang bahwa al-Quran seluruhnya adalah firman Allah. Tidak ada perbedaan keutamaan antara satu firman Allah dengan firman Allah yang lain. Karena sama-sama firman Allah, semua sama setara.

Para 'ulama yang memandang adanya perbedaan keutamaan, pada intinya berpegang bahwa keutamaan surat dan ayat dengan pasti telah dijelaskan oleh Rosululloh s.a.w. Dalam berbagai hadits jelas ditunjukkan keutamaan-keutamaan ayat atau surat tertentu.

Kedua pendapat ini sebenarnya bukan sebuah pertentangan. Kita dapat menjadikannya satu kesatuan. Yang perlu adalah kita menempatkan setiap pendapat pada tempatnya.

Kita akan sependapat bahwa dari sisi kehormatan dan kemuliaan, semua ayat Al-Quran sama. Tidak ada yang lebih mulia dari yang lain, karena semuanya sama-sama kalamulloh.

Namun, ayat-ayat atau surat-surat tersebut mempunyai posisi, fungsi, manfaat dan berkah masing-masing yang berbeda dengan yang lain. Nah posisi, fungsi, manfaat dan berkah inilah yang dikatakan perbedaan keutamaan (fadhilah) atau khasiat Al-Quran. Secara lahiriyyah dari redaksi ayat, setiap ayat menunjukkan masalah atau hal tertentu yang berbeda dengan ayat yang lain. Secara bathiniyyah, berbagai hadits menunjukkan bahwa ada pahala atau anugerah tertentu yang Allah curahkan dengan wasilah membaca ayat atau surat tertentu yang berbeda antara satu surat atau ayat dengan yang lainnya. Selain itu, berbagai hadits pun menunjukkan posisi surat atau ayat tertentu yang berbeda dengan yang lainnya.

Dengan demikian, tidak ada pertentangan di antara kedua pendapat tersebut.

Wallohu 'alam.

Selengkapnya...

Senin, 12 April 2010

AL-FATIHAH


Surat pertama dalam mushaf al-quran adalah surat al-fatihah. Al-Fatihah artinya pembukaan.

Selain disebut dengan surat al-fatihah, surat pertama mempunya beberapa nama lain. Di antara nama-nama itu adalah :
  1. Ummul Kitab (induk kitab)

  2. As-Sab'ul masani (tujuh yang diulang-ulang).

  3. Al-asas (pondasi)

  4. Asy-syifa (obat)

Al-Fatihah termasuk surat Makkiyyah, yaitu surat yang diturunkan saat Nabi Muhammad s.a.w. masih di Makkah belum hijrah ke Madinah.

Surat pertama ini berjumlah tujuh ayat. Dalam menghitung tujuh ini ada perbedaan pendapat.

Ada yang menghitung ayat satu adalah bismillahirrohmanirrohim. Ayat ketujuh dalam pendapat ini adalah sirotollazina an'amta 'alaihim goiril magdhubi 'alaihim walad dollin.

Ada pula yang menghitung ayat satunya alhamdu lillahi robbil 'alamin. Ayat keenam dalam hitungan ini adalah sirotollazina an'amta 'alaihim. Ayat ketujuhnya goiril magdubi 'alaihim walad dollin.


Selengkapnya...